Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Syarat Pembuatan & Perpanjangan SKCK (SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN)

SYARAT & PROSEDUR PERPANJANGAN SKCK (SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN)
Perlu diketahui aturan baku dalam pembuatan dan perpanjangan SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN (SKCK) tidak berbeda jauh. Entah itu di ranah POLRES maupun POLSEK. SKCK akan expired (tidak bisa diperpanjang jika lebih dari satu tahun). Atau jika lebih dari satu tahun. Maka anda diharuskan membuat baru lagi.

Dan juga jika anda sebelumnya membuat SKCK di POLSEK dan mau di Perpanjang di POLRES pun tak akan menjadi masalah. Begitupun sebaliknya. Ya, ini sangat fleksibel.

Lalu apa saja syarat dan prosedurnya? Untuk memperpanjang SKCK maupun membuat SKCK baru? Dalam hal ini anggap saja disamakan. (Berkas yang diharuskan sama). Berikut :

SYARAT & PROSEDUR PERPANJANGAN SKCK (SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN)

1. Surat Pengantar Kelurahan

Surat pengantar kelurahan tetap WAJIB ada walaupun cuma perpanjangan. Oh ya, sebelum urus Surat Pengantar Kelurahan, harus ada Surat Pengantar RT dan RW dulu yaa.
Berapa biaya pembuatan surat pengantar kelurahan?
Sebenarnya free. Tapi, kadang ada yg minta biaya administrasi, biasanya Rp 10.000,-.

2. Fotocopy KTP

3. Fotocopy SKCK lama yg udah expired atau yg mau diperpanjang (kemarin sih sy udah siapin buat bawa siapa tau penting dan ternyata pas di sana emg diminta copy-nya SKCK lama).

4. Foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 3 lembar

5. Formulir permohonan SKCK


Informasi tambahan :
  • Lama pengurusan SKCK rata-rata 1 jam-an Paling lama. (tergantung jumlah pendaptar lain)
  • Biaya penerbitan SKCK yaitu Rp 10.000,-
  • Anda bisa legalisir setelah SKCK jadi 
  • Masa berlaku SKCK adalah 3 Bulan
  • Perpanjangan tak memerlukan cap jari lagi
  • Data yang harus anda isi Dalam Kartu TIK dan Lembar Permohonan yang tersedia di POLSEK/POLRES berupa data pribadi, keluarga dan catatan kriminal.

Semoga bermanfaat.

Coba Ini Agar Suami Betah Berlama lama di Rumah


Hubungan suami isteri ibarat sebatang pokok bunga; ia perlu dijaga, disiram dan dibajai dari semasa ke semasa agar sentiasa subur, segar dan mewangi. Bagaimana hendak menjaga rumahtangga agar ia hidup subur?

Berikut adalah 17 tips yang boleh membantu isteri menjaga rumahtangga dan suamidengan lebih baik:

1. Sebagai seorang isteri, anda perlulah menjamu mata suami anda.Lelaki mudah terangsang oleh penglihatan matanya. Pakailah pakaian yang menarik perhatiannya. Lemparkan senyuman yang bermakna. Berdandanlah dengan sempurna.. selitkan jelingan-jelingan manja.

2. Sambutlah kepulangan suami anda dengan gembira dan hantarlah pemergiannya dengan hati yang sedih dan mengharapkan kesetiaan. Jangan lupa untuk bersalaman dan berciuman apabila diapulang dan Apabila dia mahu meninggalkan rumah. Uruskan perihal suami anda dari segi makanan dan pakaiannya. Isteri yang bijak menjaga suamiakan mengambil berat mengenai dua perkara penting, pertama kemaluan suaminya dan kedua perut suaminya.

3. Banyak membantu suami anda. Terutamanya apabila suami anda bermasalah. Janganbanyak meminta-minta kerana ini akan menyebabkan suami anda berdukacita. Walaupun anda bekerja, usah boros dalam berbelanja, sama-samalah merancang masa depan bersama suami anda. Rujuklah kepada suami anda dalam hal-hal yang mana anda sendiri kurang yakin atau perkara yang melibatkan kesan terhadap ekonomi rumahtangga.

4. Nyatakan sayang anda kepada suami anda. Ia patut dilakukan setiap hari, walaupun setelah anda beranak cucu. Jangan anggap diri anda terlalu tua untuk itu semua.

5. Apabila berkesempatan, sentuh dan belailah suami anda selalu.Anda boleh mencuri-curi menciumnya ketika tidak dilihat oleh orang lain. Anda boleh memegang tangannya atau bahunya bilaberjalan-jalan.

6. Jadikan amalan untuk menidurkan anak-anak anda lebih awal dari masa anda hendak masuk tidur. Amalkan juga masuk tidur bersama suami anda. Inilah antara masa yang paling manis dalamkehidupan berumahtangga.

7. Jika anda meminta pertolongan dari suami anda dan suami anda membantu tetapi tidak sempuna perbuatannya, jauhilah dari berleter atau marah kepadanya. Ini akan hanya menyebabkannya berjauh hati dan merajuk.

8. Jagalah anak-anak anda dengan baik dari segala segi. Elakkan dari sentiasa memarahi anak-anak anda, gunakan strategi memujuk dan mendorong. Jika anda selalu marahkan anak-anak anda didepan suami anda, suami anda mungkin merasa kurang senang, lagipun anak anda adalah anaknya yang disayanginnya.

9. Selalulah memicit-micit dan mengurut suami anda. Amalkan mandi bersamanya dan menggosok-gosok badannya.

10. Apabila anda masuk tidur bersama suami anda,bukalah segala pakaian anda dan berselimut bersama suami anda. Ciumlah dengan ciuman yang hangat, iaitu ciuman yang memberikan pengertian bahawa “hanya kaulah satu-satunya kekasihku”.

11. Bila anda tidur, sentiasalah mengadap suami anda. Jika pun anda hendak membelakanginya minta izin darinya atau anda berpusing sambil menyentuhnya. Cubalahtidur berbantalkan bahu suami anda, anda akan merasakan kenikmatannya.

12. Elakkan bercerita mengenai suami anda kepada orang lain.Jika perlu pun, ceritalah perkara-perkara yang baik sahaja. Itulah tanda anda benar-benar mengasihi suami anda.

13. Sekiranya suami anda berhajat untuk “bersama” anda, layanilah dia dengan baik walau bagaimanapun kesibukan dan keletihan anda. Banyak perceraian atau kes poligamiberpunca dari isteriyang kurang faham dengan keperluan suaminya di sudut bersama. Kurangnya layanan dan banyaknya alasan menyebabkan suami berasa bosan terhadap anda.

14. Sesekali, ajaklah pula suami anda berjima’. Jika anda merasa malu untuk menyatakannya, lakukan godaan dengan halus. Biasanya seorang lelaki akan memahami tanda-tanda anda memerlukan jima’. Ini akan membuatkan suami anda merasa bahawa dia diperlukan.

15. Apabila anda bersetubuh dengan suami anda, janganlah biarkan dia bersendirian melayarkan bahtera, sedangkan anda cuma menyuakan tubuh anda untuk disetubuhi dalam keadaan mahu tidak mahu. Hal ini akan sungguh mengecewakan suami anda. Dia akan merasa bahawa dirinya tidak dihargai, sedangkan pada fikirannya persetubuhan itu ialah jalinan kasih dua jiwa yang memanisfitasikan cintanya.

16. Ketika suami anda sakit, tunjukkanlah kesungguhan anda untuk merawatnya dan membangkitkan semula semangatnya, melahirkan kesedihan anda dan harapan anda agar dia lekas sembuh. Dia akan ingat kepada anda dan begitu mengasihi anda kerana dia tahu bahawa anda bukan saja mengasihinya sewaktu dia sihat.

17. Apabila suami anda meninggal dunia, jagalah anak-anak anda dengan baik serta berterusanlah menjaga silaturrahim bersama keluarga suami anda. Mudah-mudahan nanti, anda akan menemui suami anda di syurga.


Semoga bermanfaat.

Rahasia Ampuh Menjaga Keharmonisan Suami Istri

Pasutri
Tips Menjaga Hubungan Suami Istri Agar Tetap Harmonis

1. Tetap Harmonis dengan Saling Menghormati
Ini point pertama yang harus dilakukan oleh seluruh pasangan suami istri yang ada di dunia tanpa terkecuali. Menghormati adalah salah satu cara kita memberi posisi tertinggi setelah Tuhan dan orang tua di hati kita. Menghormati keberadaan suami atau istri yang mendampingi kita akan membuat pasangan kita merasa dihargai. Tidak peduli apakah Anda lebih tua atau lebih muda dibandingkan pasangan Anda, yang terpenting perilaku saling menghormati antara Anda dan pasangan harus tercipta dan terjaga. Menjaga nama baik dan harga diri pasangan Anda adalah salah satu cara dari sikap saling menghormati.

2. Saling Pengertian
Banyak kasus perceraian terjadi dikarenakan kurangnya rasa pengertian masing-masing pihak. Suami atau istri akan merasa sulit menerima kekurangan dan kelebihan pasangan apabila rasa saling pengertian tidak tumbuh di hati. Padahal sejatinya, ketika memutuskan berumah tangga tentu masing-masing pihak telah siap menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dalam perjalanan mengarungi biduk rumah tangga. Bila rasa saling pengertian tidak ada di hati suami atau istri, maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah pertengkaran akan sering terjadi dan rumah tangga menjadi jauh dari suasana harmonis. Sebaiknya, mulailah menerima pasangan Anda dalam segala kondisi terburuk sekalipun. Bila ada kekurangan pada diri pasangan Anda, maka tutupilah kekurangan tersebut dengan kelebihan yang Anda miliki.

3. Komunikasi Lancar Menjaga Hubungan Tetap Harmonis
Komunikasi adalah cara paling mudah untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh pasangan Anda. Komunikasi yang lancar akan membuat pasangan suami istri menjadi terbuka dalam segala hal, tidak ada maksud tersembunyi yang akan memicu timbulnya kecurigaan pasangan Anda. Komunikasi yang lancar juga melatih Anda dan pasangan untuk menjadi pendengar yang baik. Komunikasikan apa saja yang tengah Anda rasakan kepada pasangan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jangan sungkan atau ragu untuk membicarakan segala sesuatu kepada pasangan Anda, karena bila Anda dan pasangan telah resmi menjadi suami istri, itu artinya pasangan Anda seharusnya adalah orang yang paling dekat dan paling tahu luar dalam tentang diri Anda.

4. Ciptakan Romantisme
Menjaga Hubungan Harmonis Suami Istri
Suasana romantis akan tercipta bila Anda memiliki sikap yang romantis kepada pasangan Anda. Siapapun akan sepakat bahwa sikap dan suasana romantis yang tercipta adalah faktor pendukung terciptanya hubungan yang harmonis. Siapa yang tidak senang bila pasangannya sangat berbakat menciptakan suasana romantis berdua? Memang tidak semua orang berbakat menciptakan suasana-suasana yang romantis untuk pasangannya, bahkan beberapa pasangan justru gagal menciptakan keromantisannya. Namun yakinlah, semua orang punya sisi-sisi romantis tersendiri. Bedanya, ada yang menonjol ada pula yang tidak terlihat. Bakat-bakat sikap romantis tetap ada pada diri masing-masing individu. Tidak perlu repot menyusun suatu kegiatan yang bersifat romantis untuk pasangan Anda. Hal-hal kecil yang bisa menyenangkan hati pasangan Anda pun akan terasa romantis apabila Anda tulus melakukannya. Misalnya, bangunkan pasangan dari tidurnya dengan sebatang bunga mawar merah atau secangkir kopi hangat, menyelipkan surat berisi pesan cinta di saku kemeja kerjanya, atau membisikkan kalimat “I love you” di telinganya saat beranjak tidur.

5. Saling Memberi Pujian
Memberi pujian kepada pasangan Anda membantu terciptanya hubungan yang harmonis dalam ikatan suami istri. Jangan sungkan untuk saling berbagi pujian kepada pasangan Anda. Memuji akan membuat perasaan pasangan Anda berbunga-bunga. Memuji juga akan membuat pasangan Anda merasa dihargai oleh pasangannya. Dengan saling memuji, setiap pasangan akan merasa menciptakan “prestasi” tersendiri untuk pasangannya. Anda bisa memberi pujian terhadap hasil masakan istri Anda, memberi pujian kepada suami bila ia telah berhasil memperbaiki alat rumah tangga yang rusak, atau bahkan pujian-pujian kecil yang berada pada anggota tubuh pasangan Anda. Misalnya, memuji hidungnya yang mancung, memuji bulu matanya yang lentik atau memuji susunan giginya yang rapi.

6. Dengan Saling Menguatkan Hubungan Suami Istri Akan Tetap Harmonis
Saling menguatkan juga merupakan point penting membangun hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Ketika salah satu pasangan tengah berada dalam kondisi kesulitan, maka idealnya pasangannya menjadi penguat dan penyemangat bagi pasangannya yang kesulitan tersebut. Seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Banyak pasangan yang enggan terlibat dalam kondisi kesulitan yang tengah dihadapi pasangannya. Ia justru menghindar karena menganggap bahwa kesulitan yang dihadapi pasangannya akan mengurangi sisi-sisi kebahagiaan dan kesenangannya. Padahal sesungguhnya, ketika bersedia menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan yang sah, itu artinya sepasang suami istri harus rela bersama-sama terlibat dalam kondisi suka dan duka.

7. Hubungan Harmonis tak lepas dari Saling Mendoakan Antara Keduanya
Hubungan suami istri yang harmonis tidak akan tercipta tanpa peran serta doa di dalamnya. Ritual saling mendoakan akan membuat masing-masing pasangan menjadi merasa sangat penting di mata pasangannya. Menyelipkan doa-doa untuk pasangan Anda juga akan membuat pasangan Anda menyadari bahwa pasangan Anda benar-benar mencintai Anda. Libatkan selalu keberadaan Tuhan di tengah-tengah rumah tangga Anda. Dengan demikan diharapkan kebaikan-kebaikan akan selalu hadir di tengah-tengah keluarga sehingga keharmonisan antar suami dan istri tetap terjaga.

Sebab Hubungan Suami Istri Tidak Harmonis
Ketidakberhasilan sebagian pasangan suami istri memelihara hubungan yang harmonis terjadi karena beberapa sebab. Adapun penyebab-penyebab yang harus Anda hindari agar suasana harmonis tidak terganggu antara lain adalah:

1. Jangan egois!
Egois adalah biang keributan dimanapun. Rasa ingin menang sendiri, ingin selalu dimengerti, ingin selalu diperhatikan tanpa mau melakukan hal yang sama pada pasangan, dan rasa ingin selalu benar menjadi faktor dominan tercetusnya pertengkaran demi pertengkaran. Sikap egois bisa tumbuh pada diri siapa saja, baik itu pada diri istri maupun pada diri suami. Bila sikap ini terus-menerus Anda terapkan dalam menjalani hubungan suami istri, sudah bisa dipastikan pasangan Anda akan enggan menjalani hubungan yang lebih lama lagi bersama Anda. Perceraian akan menjadi pilihan yang paling sering diambil bila salah satunya tidak bisa meredam sifat egoisnya.

2. Jangan membanding-bandingkan!
Hindari sikap membanding-bandingkan antara pasangan Anda dengan orang lain. Masih mending bila Anda membandingkan kelebihannya dengan kekurangan yang dimiliki orang lain. Namun bila sebaliknya? Tentu Ini akan membuat pasangan Anda menjadi berkecil hati. Syukuri saja bagaimana adanya kondisi pasangan Anda dan yakin bahwa di setiap kekurangannya selalu ada kelebihannya. Membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain justru akan membuat pasangan Anda merasa tidak lebih baik mendampingi Anda. Bisa-bisa pasangan Anda akan memilih meninggalkan Anda bila Anda terlalu sibuk membanding-bandingkannya dengan orang lain.

3. Jangan over protektif!
Sayang sih boleh sayang, cinta sih boleh cinta. Tapi itu tidak menjadi alasan bahwa Anda berhak menguasai seluruh aktivitas pasangan Anda dengan dalih perlindungan kasih sayang! Anda boleh melindungi pasangan Anda bila Anda merasa sesuatu itu mengancam keselamatan dan kehormatannya. Namun bukan berarti hal-hal kecil pun harus berada dalam pengawasan Anda hingga membuat pasangan Anda merasa diperlakukuan seperti anak kecil. Percayakan saja apa yang dilakukannya. Bila Anda mencurigai apa yang tengah dilakukannya berbahaya, silahkan komunikasikan sebaik-baiknya.

4. Jangan berbohong!
Jangan sekali-kali Anda membiasakan diri membohongi pasangan Anda demi sesuatu yang hasilnya hanya akan Anda nikmati sendiri. Membohongi pasangan sama artinya menyelingkuhi pasangan dari apa yang tidak ia ketahui. Bila Anda ingin berbohong, lakukan kebohongan yang tujuannya untuk kebahagiaan yang bisa dirasakan bersamanya. Misalnya Anda membohongi pasangan Anda demi keberhasilan rencana kejutan yang Anda buat untuk merayakan ulang tahunnya. Berbohong seperti itu justru akan membuat pasangan seperti itu akan membuat pasangan senang karena ada sisi-sisi romantis yang bisa dirasakan oleh Anda dan pasangan.

Semoga dengan mengaplikasikan tips-tips di atas bersama pasangan, Anda bisa menciptakan hubungan yang harmonis sepanjang waktu bersama pasangan Anda. Selamat mencoba!

Cobalah Ini Agar Kamu Sukses Presentasi di Kelas



Sesuai Hasil survey oleh The People’s Almanac Book terhadap 3.000 warga Amerika Mengenai hal yang paling ditakuti. 3 Hal yang paling menakutkan dari survey ini adalah :

1. Berbicara didepan kelompok (21%)
2. Ketinggian (17%)
3. Serangga dan hama ( 12%)

Dan kesimpulannya hal yang paling menakutkan bagi sebagian banyak orang adalah berbicara di depan umum lebih mengerikan daripada kematian. Mungkin Anda salah satunya bukan?

Ya, sebelum mengulas lebih jauh 5 Kiat Sukses Dalam Presentasi Kelas ada baiknya anda mengetahui apa pentingnya/keutamaannya jika kita mampu bicara di depan umum?
Memperluas jaringan pertemanan
Meningkatkan personal brand anda dan tentunya akan memudahkan langkah anda dalam berkarir.
Sebagai wujud manusia adalah makhluk sosial
Meningkatkan kemampuan komunikasi anda dan kepercayaan diri

Wah! Banyak sekali bukan keuntungan jika kita mampu berbicara di depan umum? Makadari itu sebagai manusia yang akan terus berkembang ada baiknya kita terus belajar serta mengupgrade diri menjadi lebih baik dari hari ke hari, bahkan agama pun mengajarkan demikian bukan?

Oke, langsung saja. berikut tips utamanya :

#Dalami tema tugas dari Dosen

Sebelum anda mengerjakannya ada baiknya perbanyak dulu referensi ya, lalu seleksi materi yang paling berbobot. Setelah itu agar mudah di ingat, lakukan teknik mindmap dengan cara menuliskan kerangka materi berdasarkan segmen sub tema. Dalam mendalami materi, lakukan sepenuh hati karena akan membantu kamu saat ada sesi tanya jawab di akhir sesi.

#Hilangkan perasaan negatif

Hilangkan perasaan negatif dalam diri anda terlebih dahulu dengan cara memakai pakaian rapi dan afirmasikan bahwa "Anda adalah bintangnya dan sangat layak bicara di dahapan mereka"


#Berdiri tegak saat bicara di depan umum

Siapkan bahan materi yang akan di ulas hingga benar-benar matang dan anda kuasai. Mengapa demikian? Karena cara ini ampuh meningkatkan kepercayaan diri anda 70-90%. (Konsepkan dengan matang dengan cara membuat mindmap atau uraian lengkapnya di sebuah kertas)

#Fokuslah pada materi


#Lakukan Pernafasan

Tarik nafas dalam-dalam 7 kali. Dan hembuskan 7 kali sebelum anda berjalan menuju panggung. Dan bersikaplah tenang ya.


#Berlatih

Jangan pernah bosan untuk latihan. (Petinju sekelas Mike Tyson pun mengungkapkan bahwa "Jika ingin menjadi pemenang, kalahkan dirimu sendiri saat berlatih")


Cukup sederhana bukan? (segala sesuatu yang sempurna tidak harus rumit) Sekian dulu artikel dari saya ya.

Semoga bermanfaat. SALAM SUKSES

Contoh Teks Pidato Presentasi Yang Baik dan Benar




Salam Pembuka

Terimakasih Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat siang dan salam sejahtera untuk semua.

#Bagian Pembukaan

Pada kesempatan sore ini, terimakasih kepada… yang sudah mengundang saya untuk sharing tentang Indonesia mengajar. Jadi sebuah program yang bertujuan untuk mendorong usaha kita dalam mencerdaskan kehidupan Indonesia. Kita tahu di Indonesia bila kita berbicara soal pendidikan ada 1001 masalah dan buanyak sekali masalahnya.

#ISI BAGIAN

Tetapi bila kita perhatikan lebih jauh, siapa yang sebenarnya Senyatanya memiliki efek untuk memajukan pendidikan mencerdaskan anak-anak. Dibalik bicara soal system, undang-undang, seminar yang berderet, guru yang berdiri di depan kelas. Dia yang senyatanya mencerdaskan anak-anaknya. 

Begitu kita melihat guru, kita lihat di Indonesia, realitanya, distribusi guru tidak merata, kualitas guru rendah. Karenanya kita berusaha untuk mengirimkan anak-anak terbaik untuk menjadi guru. Tapi siapa yang mau menjadi guru sd di pelosok-pelosok Indonesia. Begitu ditanya kenapa tidak mau menjadi guru sd, karena menjadi guru, apalagi di pelosok seumur hidup itu membebani.

Tapi begitu kita berpikir agak berbeda menjadi guru cukup satu tahun maka situasinya berubah. Jadi kemudian kita merancang sebuah program mengirimkan anak-anak muda terbaik untukm menjadi guru di sd-sd di pelosok indonesia. Mengapa sd? Karena sd 66% kekurangan guru. SM dan SMA biasanya cukup. Itu tujuan pertama

Tujuan kedua adalah kita ingin agar anak-anak indonesia terbaik memiliki kesempatan untuk tinggal bersama rakyat dipelosok Indonesia yang tanpa listrik, tanpa sinyal telepon belum tentu ada running water. Pengalaman ini berada di desa-desa itu akan menempel pada dirinya seumur hidup. Dua trak, trak pertama mengisi kekurangan guru. Trak kedua mempersiapkan exelent future leaders.

Harapannya ketika kelak mereka menjadi pemimpin dikemudian hari. Mereka adalah anak-anak yang memiliki world class competen, tapi memilik great rood understanding.

#Bagian PENUTUP

Jadi teman-teman semua, bapak-ibu sekalian. Program ini bukan hanya soal mensuplai guru. Program ini adalah untuk menebarkan optimisme, mereka hadir disana agar menjadi inspirasi, menjadi contoh, menggandakan optimisme. 

Dan bagi kita yang diluar, kita ingin agar mereka mengabarkan potensi-potensi anak-anak Indonesia cerdas-cerdas yang di pelosok berada disana. Dengan cara seperti itu maka harapannya kita memajukan Indonesia.

Dan kita ingin agar mendidik tidak dipandang menjadi tugas sekolah, tugas pemerintah. Tapi mendidik mencerdaskan adalah tugas setiap orang yang terdidik. Siapa saja bisa menjadi guru, siapa saja bisa mendidik. Itu harapan kita lewat program ini. Demokian tentang Indonesia mengajar. Mudah-mudahan memberikan manfaat untuk semuanya. Terima kasih. Wassalualaikum WR. WB


Semoga bermanfaat.


Salam sukses

5 Rahasia Agar Fasih Bicara di Depan Umum


gaktahu - Berbicara di depan umum. Ya, kalimat ini sepertinya akan selalu menjadi misteri dan menghasilkan hipotism yang berlebihan. Banyak cara agar kita terbiasa dan menguasasi hal yang banyak ditakuti banyak orang ini. Ya, setelah di lakukan penelitian, ternyata ada persepsi yang salah yang mengakibatkan seseorang takut berbicara di depan umum.

Jangan beranggapan bahwa kemampuan berbicara di depan umum adalah bakat alam. Ada orang yang memang berbakat dan ada orang yang tidak berbakat. Tetapi sebenarnya, banyak pembicara hebat yang sebelumnya takut berbicara di depan umum. Mereka menjadi hebat karena belajar serius, mengamati pembicara sukses, mencobanya, dan belajar dari kegagalan maupun keberhasilan. Jadi bisa diartikan kalau ingin menjadi pembicara yang handal kita harus belajar.

Tips untuk belajar berbicara di depan umum


#Yakin kalau kita bisa

Jadi yakinkan pada diri kita kalau kita itu bisa. Jangan berpikiran negatif dulu, apa nanti akan berhasil ya? apa kah nanti akan berjalan lancar ya? apakah nanti saya bisa ya?

Hilangkan pikiran2 negatif itu, jangan pernah membayangkan sesuatu dari kegagalanya tetapi bayangkan sesuatu dari keberhasilannya dan selalu optimis. Ubah pandangan negatif itu menjadi pikiran positif seperti berpikir kalau nanti anda bisa melakukan hal tersebut dengan baik, akan mendapatkan tepuk tangan, penghargaan, pengakuan. Dan jadikan hal itu sebagai semangat untuk melakukan suatu hal. 

Jangan pernah ragu2 untuk berbicara di depan umum, tampilah seyakin mungkin dan jangan takut untuk gagal. Lakukan saja yang kita bisa dan jangan lupa bawakan saja dengan santai dan dengan hati yang senang, sebisa mungkin tumbuhkan rasa bahagia saat kita melakukan apapun juga. Dengan begitu apapun hasilnya tidak akan membuat kita jatuh karena kita senang melakukannya.

So tetaplah yakin dengan kemampuan diri kita dan jangan pernah memandang rendah diri kita sendiri. Tetaplah optimis kalau kita punya tekad dan juga mau berusaha tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dilakukan.


#Rajin berlatih 

Berlatih adalah hal yang sangat penting. Karena tidak ada alit yang hebat tanpa berlatih. Jadi kalau anda ingin bisa berbicara di depan umum dengan baik maka berlatihlah sesering mungkin, karena ada yang bilang"practice make perfect".
Mulai sekarang belajarlah di depan cermin untuk berbicara di depan umum. Berpura2lah seperti anda seorang reporter yang sedang menyampaikan berita, atau seorang pengamat politik yang sedang mengomentari pemimpin dan pejabat negeri ini. Biasakan diri kita untuk bisa berbicara dengan lancar dan juga jelas. Asah terus kemampuan bicara kita tadi dan tetap melakukannya dengan semangat dan yakin dengan kemampuan yang kita miliki. Anda bisa meniru gaya orang lain dalam berbicara atau meniru kata2nya, yang penting bisa membuat kita lebih bersemangat.


#Paksakan untuk praktek

Ada orang yang bilang "orang bisa karena biasa". Jadi kalau kita ingin berbicara di depan umum dengan baik, maka biasakan diri kita untuk melakukannya. Kalau kita melihat orang2 yang ahli dalam berbicara dan juga tampil dengan baik itu karena mereka punya jam terbang yang lama. Karena mereka sudah sering tampil untuk berbicara di depan umum dan memiliki banyak pengalaman.
Jadi untuk menambah pengalaman kita itu, mari kita paksakan diri kita untuk mencoba praktek berbicara di depan umum. Semakin sering kita tampil maka akan semakin banyak pengalaman yang di dapat dan juga akan membuat kita terbiasa melakukannya.


#Banyak membaca dan menambah pengetahuan

Sering2lah membaca tentang suatu masalah atau materi dan juga terus mencari informasi dan hal2 baru untuk menambah pengetahuan kita. Dengan begitu akan semakin banyak hal yang bisa kita bicarakan dan juga beritahukan kepada orang lain.

Dan dengan membaca dan mencari informasi baru itu akan bisa memberi banyak pelajaran hidup pada kita. Akan membuat kita menjadi tahu akan suatu hal, membuat kita semakin termotivasi, membuat kita untuk bersemangat melakukan suatu hal. Misalnya saja dengan membaca blog saya ini hahahaha.

Semakin banyak wawasan yang kita miliki maka akan semakin berbobot dan juga bermateri apa yang kita bicarakan dan juga kita tidak akan kehabisan akal untuk berbicara.


#Selalu merencanakan dan juga membuat persiapan sebelum bertindak

Berbicara di depan umum itu bukan hal yang sulit bila kita sudah punya rencana yang matang dan juga persiapan yang memadai untuk melakukannya. Untuk itu cobalah selalu terencana dalam melakukan segala hal dan menyiapkan strategi2 yang akan dilakukan agar tujuan bisa tercapai. Jadi maksudnya untuk bisa berbicara di depan umum dengan baik kita tentu harus membuat suatu strategi yang baik, misalnya tampil dengan rapi dan meyakinkan, selalu rajin membaca dan berlatih membangun percaya diri.

Dalam proses belajar bicara di depan umum pun kita juga harus punya strategi yang jelas agar dari proses belajar tadi kita bisa mendapat manfaat yang maksimal. Misalnya selalu menyiapkan materi dan banyak membaca sebelum belajar berbicara, berlatih pokok pembicaraan yang berbeda dari sebelumnya dan juga menambah porsi latihan dari waktu ke waktu. Denagn begitu kita akan lebih biasa untuk berbicara di depan umum dengan persiapan yang matang sehingga menunjang performa kita.


Sekian ulasan mengenai 5 Rahasia Ampuh Agar Bisa Berbicara di Depan Umum yang bisa kami sampaikan. Semoga menjadi referensi yang berguna bagi anda.

Lakukan Ini! Dalam Mendidik Anak Agar Sholeh dan Pintar


“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. al-Kahfi : 46). 

Ya, firman Allah SWT diatas menjadikan agar kita selalu membayangkan, jika hidup kita tanpa perhiasan, semuanya akan terasa suram. Untuk itu kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita. 

Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan fitrah dan kasih sayang. Selain sebagai anugerah, anak diberikan kepada orang tuanya sebagai amanah ”berat” untuk dipelihara, dididik dan dibina agar berkualitas dan tangguh. 

Seperti diperintahkan dalam al-Qur’an, 

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9). 

Setiap orang tua harus menyadari amanah ini. Karena orang tualah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Jika orang tua tak memiliki kemampuan untuk mendidik, tanggungjawabnya memang dapat dibagi kepada guru di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Namun peran sentral harus tetap pada orang tua. 

Caranya, orang tua dapat memilih guru atau sekolah untuk anak-anaknya dengan kriteria yang tepat. 

Misalnya, guru atau sekolah yang dipilih harus mampu membina anak-anak dengan berbagai disiplin ilmu atas dasar akidah, akhlak, dan ajaran Islam. Untuk Cerdas Relijius: Konsep 3T "Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca al-Qur’an” (HR. ath-Thabrani). 

Tiga hal yang diperintahkan Nabi untuk diajarkan kepada anak-anak kita terkait dengan puncak dan asas berbagai kecerdasan pada anak kita. Bisa jadi sebagian orang menyebut kecerdasan ini dengan kecerdasan spiritual atau kecerdasan relijius. 

1. Teladani Nabi saw, 

Memberikan teladan adalah metoda paling jitu dalam pendidikan anak. Karenanya memperkenalkan pribadi Nabi Muhammad saw sejak dini akan menjadi fondasi penting pembangunan akhlaq Islam pada anak-anak. Jadikanlah sosok Nabi itu hidup dalam benak mereka dan sangat mereka cintai. Tak ada pribadi yang lebih indah budi pekertinya daripada Nabi Muhammad. 

Dan engkau (Muhammad) sungguh berakhlaq mulia (QS. al Kalam:4). Dengan menghadirkan pribadi Nabi dalam keseharian anak-anak, mereka akan lebih mudah melaksanakan akhlaq Islami, sebab ada sosok yang menjadi panutan di hadapan mereka. 

Menghadirkan sosok Nabi misalnya dapat dilakukan dengan mengisahkan betapa beliau pribadi yang penyayang kepada sesama manusia, betapa beliau amat penyantun (hilm), betapa beliau pemberani dalam membela kebenaran, betapa beliau taat kepada Allah dengan tekun beribadah dll. 

2. Teladani Keluarga Nabi, 

Keluarga Nabi adalah istri dan anak-anak beliau dan juga menantu beliau yang shalih. Tidak diragukan merekalah orang-orang terdekat dengan Nabi. 

Mereka pulalah orang-orang yang paling mencintai Nabi dan berusaha melanjutkan perjuangan Nabi dalam menyebarkan ajaran Islam. Kisah tentang mereka pun akan menjadi inspirasi sangat berharga bagi anak-anak kita dalam meneladani Nabi. Mungkin kita mesti banyak menggali bagaimana Nabi ikut serta mendidik Hasan dan Husein, cucu beliau, yang bahkan kerap beliau anggap sebagai anak-anaknya sendiri. 

Tentu saja, kita pun mesti menggali kisah bagaimana Nabi dan Sayyidatinaa Khadijah mendidik putri-putri mereka di masa kecilnya, yang bisa kita fahami dari petikan kisah Fatimah az Zahra ra, putri beliau. 

Pada masa kecilnya Fatimah menyaksikan bagaimana ayahandanya gigih menda’wahkan Islam dan tidak sedikit mendapatkan tentangan keras dari orang-orang. Tentu juga kita dapat banyak belajar dari bagaimana Nabi mengasuh dan mendidik cucu beliau Hasan dan Husein -yang beliau anggap sebagai anak-anak sendiri-, di mana pada saat yang sama beliau memimpin umat Islam membangun masyarakat Islam di jazirah Arab. 

3. Tilawah Quran, 

Tilawah ini sangat penting artinya dalam pendidikan. Tilawah menjadi salah satu tugas Nabi dalam mendidik manusia (QS. Ali Imran:164). Tilawah artinya membaca. Untuk kalangan yang tidak berbahasa Arab, tentu saja tilawah yang benar mesti disertai usaha untuk mengetahui apa arti bacaan al Quran. Untuk itu, dalam kaitan pendidikan anak, kita mesti mengusahakan agar anak kita mengetahui paling tidak makna-makna penting dari ajaran Islam sejak dini. 

Misalnya sejak kecil kita telah menanamkan aqidah yang benar; Memperkenalkan siapakan Allah dan bahwa Dia Pencipta segala sesuatu yang ada. Anak pun sejak dini diperkenalkan dengan ibadah shalat. Bahkan Nabi memberikan patokan usia 7 tahun sebagai usia di mana orang tua serius memperhatikan shalat anaknya dan ketika mencapai usia 10 tahun sudah boleh memberikan hukuman apabila si anak lalai dalam menunaikan sholatnya.

Allah swt secara khusus mengangkat dialog Luqman al-hakim dengan anaknya pada surat Luqman. Nasihat Luqman ini merupakan model dialog yang amat kaya dengan pesan spiritual. Di dalamnya terdapat pesan orang tua kepada anaknya untuk: 

1. Senantiasa bersyukur, berterima kasih kepada Allah atas segala karuniaNya; 

2. Tidak mempersekutukan Allah dengan siapapun: ikhlas dalam beribadah; 

3. Menghayati kasih sayang orang tua dan berterima kasih kepada mereka; 

4. Mengingat akan adanya hari di mana perbuatan sekecil apapun akan mendapat ganjaran dari Allah, Yang Mahalembut dan Maha Melihat; 

5. Menegakkan sholat dan menyuruh manusia berlaku benar dan mencegah mereka dari berbuat jahat (konsep menegakkan kebenaran dalam diri dan menyeru orang lain); 

6. Menghindari sikap sombong, perilaku angkuh dan berbangga-banggaan, karena hal ini tidak disukai Allah; 

7. Bersikap sederhana dalam berjalan dan lemah lembut dalam bertutur kata (dua sikap sehari-hari yang menjadi cerminan keseluruhan karakter diri). Jadi, perintah mengajarkan "tilawah" ini dapat kita maknai sebagai pengajaran nilai ajaran Islam sejak dini kepada anak-anak ini. Wa Allahu a'lam bish shawwab. 

Delapan Sisi Kecerdasan Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya(Ali bin Abi Thalib ra). 

1. Cerdas Berbahasa, 

Adalah kemampuan anak dalam mengutarakan maksud atau berkomunikasi tertentu secara tapat dan runtut. Pada anak-anak, ini diawali dengan kemampuan verbal. Semakin meningkat usia anak kemampuan komunikasi dalam bentuk tulisan akan meningkat. Orang tua mesti telaten membimbing agar cerdas dalam berbahasa. Anak dengan kecerdasan lebih dalam berbahasa akan nampak pada kesukaannya dengan mengarang, membaca, berdiskusi hingga berpidato di depan umum. 

2. Cerdas Berlogika dan Berhitung, 

Adalah kemampuan anak dalam menalar sesuatu. Pada anak-anak ini misalnya dimulai dengan mengurutkan atau mengklasifikasikan sesuatu. Kemudian anak mulai mengenal banyak, sedikit dan mengenal jumlah. Termasuk dalam masalah logika juga, si anak mulai mengenal baik dan buruk dengan lebih tajam [hal ini menjadi salah satu kecerdasan relijius]. 

Hubungan sebab-akibat juga menjadi bagian kecerdasan ini. Anak dengan kecerdasan lebih dalam berhitung akan nampak pada kesukaannya dalam permainan strategi (misalnya catur), mainan puzzle logika (misalnya Rubik’s Cube) serta memiliki ketepatan dan kecepatan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. 

3. Cerdas Berimajinasi Ruang (Spasial), 

Adalah kemampuan anak untuk menggambarkan ruang tiga dimensi dalam benaknya. Keterampilan anak bermain lego (mainan 3 dimensi) atau kesukaan anak dengan acara-acara bermanfaat di televisi menjadi awal pengembangan keerdasan ini. Kesenangan menggambar atau bentuk visualisasi pada media komputer menjadi salah satu ciri kecerdasan spasial. 

4. Cerdas Bernada dan Berirama (Musik), 

Adalah kemampuan anak untuk mengenal harmoni nada dan ketukan (ritme) lagu. Anak dengan potensi musikal ini nampak sangat senang dengan lagu atau musik dan dengan cepat dapat mengikuti lagu-lagu yang baru. Jika kecerdasan ini diterus dilatih daya olah vokal anak akan meningkat dan bila diperkenalkan dengan alat musik, maka kemampuan motoriknya akan cepat menyesuaikan diri dan mengekspresikan kecerdasan dalam produk musik. 

5. Cerdas Bergerak (Mengatur Tubuh), 

Adalah kemampuan anak untuk menggerakan tubuhnya dengan serasi. Anak-anak dengan kecerdasan ini nampak pada kegemarannya dengan olah raga, misalnya bela diri, berenang, bulutangkis atau sepak bola. Permainan-permainan di taman kanak-kanak banyak diciptakan untuk membuat badan terlatih dengan gerakan-gerakan yang sulit. Untuk mengembangkan potensi kecerdasan mengatur tubuh hendaknya anak kita cukup diberi kesempatan berada di ruang luas dan diberi berbagai alat olah raga yang mendukung. Kemampuan drama juga membutuhkan kecerdasan kelenturan tubuh, sebab gerakan, ucapan dan emosi jiwa mesti diatur secara harmonis. 

6. Cerdas Berinteraksi Sosial (Interpersonal), 

Kecerdasan ini nampak pada anak pada saat berinteraksi dengan kawan-kawannya. Bagi orang beriman, kemampuan bersosial sangat erat dengan kecerdasan relijius, sebab agama mengajarkan untuk berbuat baik dan saling menolong dengan sesama manusia. Sifat mudah diterima dan bahkan disenangi teman-teman menjadi salah satu parameter awal untuk mengukur kecerdasan ini. Sesungguhnya anak akan melihat bagaimana orang tua mereka bersikap terhadap masyarakatnya. 

Anak yang penyantun dan dermawan akan sangat mungkin muncul dari keluarga yang penyantun dan dermawan. Anak yang ramah dan mudah bergaul akan sangat mungkin lahir di keluarga yang juga ramah dan mudah bergaul di masyarakatnya. Untuk membangun kecerdasan sosial anak sudah dibiasakan mengikuti kegiatan-kegiatan sosial sejak kecil. Mereka juga mesti sering diajak berdiskusi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya. 

7. Cerdas Berkontemplasi dan Membaca Diri (Intrapersonal), 

Adalah kecerdasan seorang anak dalam memahami kondisi jiwanya. Kecerdasan jenis ini mungkin termasuk yang sulit diukur pada anak. Akan tetapi kecerdasan membaca diri membuat seorang anak lebih tenang dalam menghadapi masalah. 

Rasa self confidence-nya terbangun dengan baik. Perhatikanlah ketika anak kita sedang menghadapi masalah. Seorang anak umumnya akan meledak emosinya. Apakah dengan menangis atau dengan marah-marah. 

Kondisi seperti sebetulnya kondisi di mana anak confuse dengan gejolak emosinya. Sebagai orang tua kita harus membimbing anak pada saat-saat seperti itu. Caranya dengan menenangkan gejolak emosinya, memintanya mengutarakan permasalahan yang tengah dihadapi dan kemudian membantunya memecahkan masalah itu lewat dialog. 

8. Cerdas Bersama Alam 

Menemukan berbagai hukum alam (lebih tepatnya hukum Allah yang diberlakukan pada alam) dengan observasi secara langsung di alam. 


Sekian ulasan mengenai Cara Mendidik Anak yang Tepat. Semoga menjadi referensi yang berguna bagi anda.


Beginilah Cara Yang Benar Untuk Didik Anak


10 Cara dan Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Tidak keras Kepala dan Bisa Mandiri. Selamat menyimak ya.

1. Jadilah Contoh

Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertuturkata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh. Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya.


2. Jangan menuruti semua keinginan anak


Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.


3. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik


Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.

4. Ajarkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

Umumnya orang tua memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada anak. Maka jangan lagi terlalu berlebihan mengkhawatirkan anak serta over protektif. Belajarlah untuk mempercayai buah hati anda namun tetap memantau dari jauh tanpa pengekangan maupun melindungi kesalahan yang dilakukan. Ajarkan pada buah hati anda mengetahui benda-benda miliknya serta merapikanya setelah bermain. Ketika sudah masuk masa sekolah ajarkan mereka untuk mempersiapkan keperluanya, beri uang saku dengan diarahkan untuk disisihkan sebagai tabungan.


5. Jangan terlalu banyak melarang


Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.

6. Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak

Umumnya orang tua acuh terhadap pendapat anak. Mereka terlalu menganggap tidak penting pendapat anak-anak. Padahal ketika pendapat anak tidak dipedulikan maka bisa berdampak menjadikan anak minder tidak berani berpendapat. Sebagai orang tua sebaiknya belajar mendengarkan pendapat anak, jika memang pendapatnya tidak benar bisa dikoreksi. Misalnya dengan memberi respon positif saat anak berpendapat dengan meberi pujian positif meskipun pendapatnya asal-asalan. Jika anak anda termasuh anak yang pemalu maka anda bisa memberikan umpan dengan mengajukan pertanyaan sehingga memicu buah hati anda untuk melontarkan pendapatnya.\

7. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

Pada usia anak-anak mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika melihal benda-benda atau sesuatu yang belum pernah dilihat dan pahami maka biasanya mereka akan bertanya.

Sebagai orang tua anda harus menjawab dengan menjelasan yang mudah dipahami. Jika anda tidak tau akan hal itu jangan berbohong, berusahalah menjelaskan selogis mungkin. Hindari mengatakan "Tidak tahu" bisa saja mengalihkan dengan menyanggupi untuk mencari informasi tersebut. Jika buah hati anda termasuk yang tidak suka bertanya maka anda bisa memberikan umpan dengan memberikan penjelasan tanpa ditanya. Misalnya "itu adalah Gajah, hewan ini suka makan rumput dan memiliki hidung yang panjang" seperti itu.


8. Kasih dan perhatian


Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.

9. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Sosial, Bersimpati, Emapti, dll

Sebagai manusia rasa sosial, simpati, empati, dan sikap itu sangat penting. Agar anak tumbuh menjadi manusia yang menghargai orang lain maka sedini mungkin ajarkanlah pada mereka untuk memahami lingkungan sekitar. Ajarkan pada anak anda untuk memberi pada mereka yang membutuhkan, dan tidak bersifat sombong. Misalnya ada pengemis, biarkan buah hati anda yang memberi. Kemudian berikan penjelasan kenapa kita harus memberi dan berbagi.

10. Ajar anak untuk tidak berbohong

Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.




Sekian ulasan mengenai 10 Cara dan Tips Mendidik Anak yang bisa kami sampaikan. Semoga menjadi referensi yang berguna bagi anda.

10 Cara dan Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Keras Kepala dan Dapat Mandiri


10 Cara dan Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Tidak keras Kepala dan Bisa Mandiri. Selamat menyimak ya.

1. Jadilah Contoh

Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertuturkata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh. Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya.


2. Jangan menuruti semua keinginan anak


Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.


3. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik


Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.

4. Ajarkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

Umumnya orang tua memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada anak. Maka jangan lagi terlalu berlebihan mengkhawatirkan anak serta over protektif. Belajarlah untuk mempercayai buah hati anda namun tetap memantau dari jauh tanpa pengekangan maupun melindungi kesalahan yang dilakukan. Ajarkan pada buah hati anda mengetahui benda-benda miliknya serta merapikanya setelah bermain. Ketika sudah masuk masa sekolah ajarkan mereka untuk mempersiapkan keperluanya, beri uang saku dengan diarahkan untuk disisihkan sebagai tabungan.


5. Jangan terlalu banyak melarang


Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.

6. Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak

Umumnya orang tua acuh terhadap pendapat anak. Mereka terlalu menganggap tidak penting pendapat anak-anak. Padahal ketika pendapat anak tidak dipedulikan maka bisa berdampak menjadikan anak minder tidak berani berpendapat. Sebagai orang tua sebaiknya belajar mendengarkan pendapat anak, jika memang pendapatnya tidak benar bisa dikoreksi. Misalnya dengan memberi respon positif saat anak berpendapat dengan meberi pujian positif meskipun pendapatnya asal-asalan. Jika anak anda termasuh anak yang pemalu maka anda bisa memberikan umpan dengan mengajukan pertanyaan sehingga memicu buah hati anda untuk melontarkan pendapatnya.\

7. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

Pada usia anak-anak mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika melihal benda-benda atau sesuatu yang belum pernah dilihat dan pahami maka biasanya mereka akan bertanya.

Sebagai orang tua anda harus menjawab dengan menjelasan yang mudah dipahami. Jika anda tidak tau akan hal itu jangan berbohong, berusahalah menjelaskan selogis mungkin. Hindari mengatakan "Tidak tahu" bisa saja mengalihkan dengan menyanggupi untuk mencari informasi tersebut. Jika buah hati anda termasuk yang tidak suka bertanya maka anda bisa memberikan umpan dengan memberikan penjelasan tanpa ditanya. Misalnya "itu adalah Gajah, hewan ini suka makan rumput dan memiliki hidung yang panjang" seperti itu.


8. Kasih dan perhatian


Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.

9. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Sosial, Bersimpati, Emapti, dll

Sebagai manusia rasa sosial, simpati, empati, dan sikap itu sangat penting. Agar anak tumbuh menjadi manusia yang menghargai orang lain maka sedini mungkin ajarkanlah pada mereka untuk memahami lingkungan sekitar. Ajarkan pada anak anda untuk memberi pada mereka yang membutuhkan, dan tidak bersifat sombong. Misalnya ada pengemis, biarkan buah hati anda yang memberi. Kemudian berikan penjelasan kenapa kita harus memberi dan berbagi.

10. Ajar anak untuk tidak berbohong

Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.


Sekian ulasan mengenai 10 Cara dan Tips Mendidik Anak yang bisa kami sampaikan. Semoga menjadi referensi yang berguna bagi anda.

3 Cara Dalam Mendidik Anak Menurut Sunnah Nabi




1. Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja

Perlakukan anak usia 0 sampai 6 tahun sebagai raja, karena fase ini adalah fase keemasan bagi seorang anak. 

Pada usia ini anak akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat.  Mainan adalah salah satu hal yang dapat merangsang perkembangan tumbh anak. Jika menurut ajaran Rosulullah mendidik anak usia 0 sampai usia 6 tahun adalah dengan cara memberikan kasih sayang dan memanjakan anak.

Membangun kedekatan dan merawat dengan baik adalah cara yang tepat untuk dilakukan. 
Zona Merah : jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak dan pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya. 
Jika anda bisa mengikuti cara Rosulullah ini maka anak anda akan merasa nyaman dan terlindungi dengan sikap anda yang memberikan kasih sayang tulus kepadanya. 
satu lagi yang harus anda ingat jangan sekali-kali memukul anak ketika dia nakal, berikan contoh yang baik dan beri kesempatan kepada anak agar mendapatkan kebahagiaan yang berkualitas. 

2. Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: *Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu *

#Ketika usia anak sudah menginjak 7-14 tahun maka perlakukan mereka sebagai tawanan. 

Sebagai tawanan yang dimaksud disini adalah memerintahkan anak untuk mengerjakan kewajibannya. 

Seperti mendirikan sholat lima waktu dan mulai melatih untuk memisahkan mereka dari tempat tidur anda. 

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud) 
Dalam hadist tersebut sudah dijelaskan bahwa anda wajib memukul anak ketika dia tidak mau mengerjakan sholat. 
Bukan berarti anak harus memukul dengan keras dan menyakitkan. Tapi cobalah dengan cara memberikan sanksi-sanksi yang membuat mereka jera. ua. 

Zona Kuning : hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. 
Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya. 

3. Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: 

#Perlakukan anak seperti sahabat

Nah ketika usia anak sudah menginjak 15-21 tahun, perlakukan anak seperti sahabat. 
Seperti yang kita ketahui diusia tersebut anak sudah cenderung memberontak. Sebab itulah anda harus bisa mendekatkan diri dengan baik kepada anak anda. 
hal ini agar anak anda bisa terarah dan lebih mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

Untuk usia ini Zona Hijau nya adalah : sudah boleh jalan karena mereka suda bisa mandiri dan menjadi duta keluarga. 

Anda bisa menjadikan mereka sahabat yang bisa berbagi dan memberi solusi untuk mereka. 
Jangan biarkan anak anda merasa tidak nyaman bersama anda dan mencari tempat untuk mengeluarkan unek-unek mereka. 
Didiklah anak dengan cara membangun sebuah persahabatan dimana mereka merasa nyaman dan tentram ketika berbicara dengan anda.

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya. 

Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri.  Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.



Coba 5 Cara Ini Dalam Mendidik Anak


Image credits: Creative Commons - https://www.flickr.com/photos/dalbera/2738451853/

vivpos - Kesalahan yang umum dilakukan orangtua adalah mereka merasa telah cukup hanya dengan memasukan anak kesekolah. Secara teori cara mendidik anak memang tampak mudah namun sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak terutama pada masa perkembangannya 0-10 tahun. Itu dikarenakan setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan.

Terlebih jika anda ingin memiliki anak yang baik dalam bersikap, cerdas, dan patuh. Maka dari itu intuk memilki anak dengan kriteria di atas, ada hal yang harus dipahami secara menyeluruh bukan hanya sepenggal-sepenggal saja melainkan harus penuh secara intelektual, spiritual, dan emosional. 

Berfokus kearah positif untuk berani menenukan hal-hal baru secara intelektual, spiritual, dan emosionalnya adalah hal yang mutlak dilakukan. Lalu bagaimana caranya?

Berikut 5 Cara Dalam Mendidik Anak.

1. Jadilah Contoh

Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertuturkata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh. Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya. .


2. Ajarkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

Umumnya orang tua memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada anak. Maka jangan lagi terlalu berlebihan mengkhawatirkan anak serta over protektif. Belajarlah untuk mempercayai buah hati anda namun tetap memantau dari jauh tanpa pengekangan maupun melindungi kesalahan yang dilakukan. Ajarkan pada buah hati anda mengetahui benda-benda miliknya serta merapikanya setelah bermain. Ketika sudah masuk masa sekolah ajarkan mereka untuk mempersiapkan keperluanya, beri uang saku dengan diarahkan untuk disisihkan sebagai tabungan.

3. Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak

Umumnya orang tua acuh terhadap pendapat anak. Mereka terlalu menganggap tidak penting pendapat anak-anak. Padahal ketika pendapat anak tidak dipedulikan maka bisa berdampak menjadikan anak minder tidak berani berpendapat. Sebagai orang tua sebaiknya belajar mendengarkan pendapat anak, jika memang pendapatnya tidak benar bisa dikoreksi. Misalnya dengan memberi respon positif saat anak berpendapat dengan meberi pujian positif meskipun pendapatnya asal-asalan. Jika anak anda termasuh anak yang pemalu maka anda bisa memberikan umpan dengan mengajukan pertanyaan sehingga memicu buah hati anda untuk melontarkan pendapatnya.\

4. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

Pada usia anak-anak mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika melihal benda-benda atau sesuatu yang belum pernah dilihat dan pahami maka biasanya mereka akan bertanya.

Sebagai orang tua anda harus menjawab dengan menjelasan yang mudah dipahami. Jika anda tidak tau akan hal itu jangan berbohong, berusahalah menjelaskan selogis mungkin. Hindari mengatakan "Tidak tahu" bisa saja mengalihkan dengan menyanggupi untuk mencari informasi tersebut. Jika buah hati anda termasuk yang tidak suka bertanya maka anda bisa memberikan umpan dengan memberikan penjelasan tanpa ditanya. Misalnya "itu adalah Gajah, hewan ini suka makan rumput dan memiliki hidung yang panjang" seperti itu.

5. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Sosial, Bersimpati, Emapti, dll

Sebagai manusia rasa sosial, simpati, empati, dan sikap itu sangat penting. Agar anak tumbuh menjadi manusia yang menghargai orang lain maka sedini mungkin ajarkanlah pada mereka untuk memahami lingkungan sekitar. Ajarkan pada anak anda untuk memberi pada mereka yang membutuhkan, dan tidak bersifat sombong. Misalnya ada pengemis, biarkan buah hati anda yang memberi. Kemudian berikan penjelasan kenapa kita harus memberi dan berbagi.


#Kesimpulan Cara Mendidik Anak Yang Baik

Dari beberapa pembahasan di atas tentang cara mendidik anak yang baik bisa disimpulkan bahwa anak harus diberi perhatian dan kasih sayang serta kepercayaan. Orang tua harus menyadari sepenuhnya bahwa buah hari mereka akan menyerap setiap hal dan kejadian disekitarnya maka dari itu contoh terbaik adalah lingkungan keluarga anda. Jangan berlebihan memproteksi anak dan jangan berlebihan mengabaikanya. Kasih sayang keluarga adalah kunci kesuksesan dalam mendidik anak.


Sekian ulasan mengenai Cara Benar Dalam Mendidik Anak Yang Benar. Semoga menjadi referensi yang berguna bagi anda.

referensi